4 Bahan Alami Diuretik Untuk Mencegah Retensi Air

4 Bahan Alami Diuretik Untuk Mencegah Retensi Air – Diuretik adalah zat yang meningkatkan jumlah urin yang Anda hasilkan dan membantu tubuh menyingkirkan air berlebih. Air berlebih ini disebut retensi air.

Berbagai faktor dapat menyebabkan retensi air, termasuk beberapa kondisi kesehatan serius seperti penyakit ginjal dan gagal jantung. Berikut adalah  diuretik alami terbaik dan terlihat bukti di balik diuretik alami tersebu masing-masing.

Hibiscus
Hibiscus adalah keluarga tumbuhan yang dikenal menghasilkan bunga yang indah dan berwarna cerah.

Salah satu bagian tanaman ini, yang dikenal sebagai calyces, biasanya digunakan untuk membuat teh obat yang disebut “roselle” atau “sour tea.”

Meski ada bukti terbatas, teh asam dikatakan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi.

Ini juga dipromosikan sebagai diuretik dan obat yang efektif untuk retensi cairan ringan.

Sejauh ini, beberapa penelitian laboratorium dan hewan menunjukkan bahwa hal itu mungkin memiliki efek diuretik ringan.

Satu studi di Thailand memberi 18 orang 3 gram kembang sepatu di teh asam setiap hari selama 15 hari. Namun, mereka menemukan bahwa ini tidak berpengaruh pada output urin.

Secara keseluruhan, hasilnya sudah tercampur. Meskipun melihat efek diuretik pada hewan, studi kecil pada orang yang mengambil kembang sepatu sejauh ini gagal menunjukkan efek diuretik.

Jintan

Jintan adalah tanaman berbulu yang juga dikenal sebagai meridian adas atau jinten Persia.

Ini sering digunakan sebagai bumbu masakan, terutama pada makanan seperti roti, kue dan makanan pencuci mulut.

Terapi kuno yang menggunakan tanaman sebagai obat, seperti Ayurveda di India, menggunakan jintan untuk berbagai keperluan pengobatan, termasuk gangguan pencernaan, sakit kepala dan morning sickness.

Dalam pengobatan Maroko, jintan juga digunakan sebagai diuretik.

Satu studi pada tikus menemukan bahwa pemberian ekstrak jintan dalam bentuk cairan meningkatkan output urin secara signifikan selama 24 jam.

Namun, ini adalah satu-satunya studi tentang efek diuretik jintan, lebih banyak penelitian diperlukan sebelum membuktikan efek diuretiknya, terutama pada manusia.

Teh Hijau dan Hitam

Teh hitam dan hijau mengandung kafein dan bisa berperan sebagai diuretik.

Pada tikus, teh hitam telah terbukti memiliki efek diuretik ringan. Ini dikaitkan dengan kandungan kafeinnya.

Namun, seperti halnya kopi, Anda bisa mengembangkan toleransi terhadap kafein dalam teh.

Ini berarti efek diuretik hanya mungkin terjadi pada orang yang tidak minum teh secara teratur.

Nigella Sativa

Nigella sativa , juga dikenal sebagai “jinten hitam”, adalah bumbu yang dipromosikan untuk khasiat obatnya, termasuk efek diuretiknya.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Nigella sativa dapat meningkatkan produksi urin dan menurunkan tekanan darah pada tikus dengan tekanan darah tinggi.

Efek ini sebagian dapat dijelaskan dengan efek diuretiknya.

Namun, tidak ada penelitian manusia yang dilakukan. Oleh karena itu, tidak jelas apakah Nigella sativa memiliki efek diuretik pada orang atau hewan yang tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Selain itu, dosis yang digunakan dalam penelitian jauh lebih tinggi daripada jumlah yang akan Anda dapatkan dengan menambahkan ramuan ini ke makanan Anda.