Departemen Perikanan UGM Titel Seminar Nasional ke-14

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM kembali mengadakan komunitas ilmiah tahunan berbentuk aktivitas Seminar Nasional Hasil Riset Perikanan serta Kelautan (Semnaskan UGM).

Th. ini Semnaskan UGM sudah masuk th. ke-14. Aktivitas ini sudah jadi kebiasaan ilmiah serta komunitas dengan beberapa peneliti perikanan serta kelautan di tanah air.

Seminar dikerjakan pada tanggal 22 Juli 2017 di Auditorium Prof. Dr. Harjono Danoesastro serta kompleks Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM.

Sekian diterangkan Ketua Panitia Semnaskan UGM XIV Indun Dewi Puspita lewat info resmi yang di terima redaksi Minggu (23/7/2017)

Menurut Indun Dewi Puspita, Indonesia adalah negara kepulauan paling besar didunia. Panjang garis pantai sebesar 81. 000 km dengan luas laut menjangkau 5, 8 juta km persegi (70 % dari luas lokasi) jadi modal kuat untuk Indonesia untuk berkembang jadi negara industri berbasiskan perikanan serta kelautan.

Bidang perikanan serta kelautan sudah berperan perlu dalam gerakan perekonomian nasional lewat penyediaan sumber pangan, daya, serta lapangan kerja, menyokong ketahanan pangan nasional serta melindungi keamanan lokasi serta teritorial Indonesia.

Pemakaian potensi serta pengelolaan sumberdaya perikanan serta kelautan Indonesia masih tetap belum juga maksimal. Perguruan tinggi serta instansi penelitian jadi agen pencetak serta pengembang ilmu dan pengetahuan serta tehnologi perikanan serta kelautan begitu diperlukan kontribusinya manfaat tingkatkan daya saing bangsa.

Ilmu dan pengetahuan serta tehnologi yang dibuat oleh beragam instansi ini diinginkan bisa dihilirkan untuk manfaat kesejahteraan orang-orang serta pengembangan industri perikanan serta kelautan yang berdaya saing.

Berdasar pada hal itu, diseminasi hasil riset lewat seminar atau beragam pertemuan ilmiah yang lain diinginkan dapat menguatkan pertukaran info, komunikasi ataupun kolaborasi serta kerjasama antar peneliti hingga menguatkan basis pengembangan keilmuan serta tehnologi perikanan serta kelautan.

“Seperti beberapa th. terlebih dulu, panitia Semnaskan XIV Th. 2017 ini sudah menseleksi lebih dari 339 abstrak hasil riset. Berdasar pada sistem peer review oleh minimum 3 reviewer dari UGM, Perguruan Tinggi dan instansi riset di tanah air dipilih 328 makalah yang juga akan dipresentasikan, baik oral ataupun poster, ” tutur Indun Dewi Puspita.

Makalah-makalah itu dipresentasikan dalam 10 kelas paralel sesuai sama tema riset, yakni : (1) penyakit serta bioteknologi ; (2) rekayasa serta genetika ; (3) pakan serta biologi ikan ; (4) biologi serta penangkapan ; (5) kelautan ; (6) manajemen sumberdaya perikanan A ; (7) manajemen sumberdaya perikanan B ; (8) sosial ekonomi ; (9) saat panen A ; dan (10) saat panen B.

Keseluruhan peserta yang registrasi dengan on-line pada th. ini menjangkau 344 peserta, serta 336 salah satunya sudah ada serta berperan serta dalam seminar hari ini.

Peserta seminar itu datang dari beragam kepulauan nusantara, yakni Sumatera (12 perse peserta), Jawa (69 peserta peserta), Bali (3 % peserta), Nusa Tenggara (1 peserta peserta), Kalimantan (2 peserta peserta), Sulawesi (10 peserta peserta) serta Maluku (3 peserta peserta).

Peserta paling banyak th. ini yaitu dari kelompok akademisi (70 peserta peserta) yang datang dari perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta diantaranya IPB, UNDIP, UGM, UNPAD, Kampus Pattimura, Kampus Riau, Kampus Jenderal Soedirman, Kampus Hasanuddin, Kampus Brawijaya, Kampus Lambung Mangkurat, Kampus Mulawarman, Kampus Satya Negara Indonesia.

Diluar itu dari Kampus Ma Chung, Politeknik Negeri Jember, STT Kelautan Balik Diwa Makasar, Kampus Maritim Raja Ali Haji, Kampus Negeri Gorontalo, Kampus Tadulako, Kampus Bangka Belitung, Kampus Dr. Soetomo, Kampus Halu Oleo, Kampus Muhammadiyah Parepare, Kampus Sam Ratulangi, serta Kampus Kristen Duta Wacana.

Peserta juga datang dari kelompok peneliti (29 %) dari beragam lembaga riset seperti Balai Besar Riset serta Pengembangan Pemrosesan Product serta Bioteknologi Kelautan Perikanan, Balai Riset Perikanan Perairan Umum Palembang, Tubuh Riset serta Pengembangan Kelautan serta Perikanan, Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautandan Perikanan, Balai Riset Budidaya Air Payau Situbondo.

Diluar itu Balai Riset serta Observasi Laut, Balai Riset serta Pengembangan Budidaya Air Payau Maros, Balai Riset serta Pengembangan Budidaya Air Tawar Bogor, Balai Riset serta Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok, Balai Riset Pemulihan serta Konservasi Sumber Daya Ikan, serta balai Penelitian Perikanan Laut.

Pada th. ini, Semnaskan juga di hadiri oleh peserta dari instansi pemerintah, seperti Sekretariat Wakil Presiden, Bappeda Kota Bitung, Dinas Perikanan serta Kelautan Provinsi DIY, Dinas Perikanan Sleman, dan beberapa mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di DIY.