Masa Depan Transaksi Elektronik

Apakah ini adalah akhir dari penggunaan uang kartal untuk melakukan transaksi sehari-hari? Mungkin saja, baru-baru ini harian Guardian mengabarkan bahwa penggunaan uang digital sudah mulai menjadi primadona baru bagi konsumen di Inggris. Popularitas uang digital ini mengalahkan penggunaan uang konvensional seperti koin, cek, dan tentu saja uang kertas. Melalui laporannya, Guardian menyebutkan bahwa penggunaan kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit bertanggung jawab terhadap lebih dari setengah transaksi yang terjadi di toko ritel Inggris.

Seorang professor dari London Business School, Niro Sivanathan baru saja mengatakan bahwa meninggalkan uang secara psikologis cukup menyakitkan, namun mudahnya menggunakan kartu dalam melakukan pembayaran dianggap mampu menyembuhkan luka psikologis yangt terjadi. Melalui laporan keuangan terakhirnya, BRC mengatakan bahwa kartu debet dan kredit sudah menempatkan diri mereka sebagai metode pembayaran paling dominan di ritel dan saat ini mulai menggantikan peran uang konvensional secara sepenuhnya.

Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan kartu dalam melakukan pembayaran sudah lazim digunakan di ritel-ritel, namun pada tahun 2016 lalu, untuk pertama kalinya penggunaan kartu bertanggung jawab terhadap total lebih dari 50 persen transaksi yang terjadi. Perwakilan dari BRC mengatakan, ” Salah satu katalis terbesarnya adalah dengan semakin maraknya penggunaan contactless payments.”. Kartu tanpa nama pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 2007 dan butuh waktu sekitar 10 tahun sampai benar-benar bisa diterima oleh publik. Pada awalnya, penggunaan kartu ini hanya terbatas pada beberapa coffee shops dan toko sandwich.

 

Teknologi dapat dikatakan sudah menjangkau dalam segala aspek kehidupan manusia saat ini. Penggemar musik yang pada bulan ini menghadiri konser British Summer Time di Hyde Park, London contohnya. Mereka menggunakan kartu yang sangat compact untuk dibawa kemanapun sebagai metode pembayaran di dalam pertunjukan itu. Sementara itu, gereja-gereja di Inggris juga mulai beralih dari cara konvensional pengumpulan persembahan dengan menambahkan mesin debet untuk mengumpulkan persembahan.

Mungkin saat ini baru Swedia saja yang menjadi negara yang benar-benar tidak menggunakan uang konvesional. Sebuah penelitian dari Stockholm, KTH Royal Institute of Technology memprediksi bahwa uang konvesional akan menemui akhirnya pada tahun 2030 nanti.

Jadi pertanyaannya adalah apakah kita sudah siap untuk menyambut masyarakat yang bebas uang konvesional? Akan menarik untuk kita tunggu nanti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *