Pemprov DKI Atur Mekanisme Penggunaan Monas untuk Acara Keagamaan

Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiarti menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta akan membuat mekanisme pemakaian lokasi Monumen Nasional (Monas) jadi tempat kegiataan keagamaan.

Satu diantara yang juga akan ditata termasuk juga hari atau saat pemakaian lokasi Monas untuk aktivitas keagamaan. Tinia menilainya, penyusunan itu dibutuhkan supaya aktivitas grup orang-orang yang lain yang berguna dapat juga tersalurkan di Monas.

” Kan dahulu sempat ada juga zikir di jaman Pak Fauzi Bowo. Asal janganlah selalu digunakan sehari-hari, pada akhirnya beberapa fungsi serta hak-hak untuk grup beda jadi susah. Kelak juga akan ditata serta dirumuskan, ” tutur Tinia waktu didapati Kompas. com di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (21/11/2017).

Penyusunan itu, kata Tinia, sekalian untuk berikan rasa nyaman untuk pengunjung Monas. Tinia tidak menginginkan pengunjung yang umumnya jadikan lokasi Monas jadi tempat rekreasi tidak sekali lagi datang karna terasa terganggu kesibukan keagamaan yang dikerjakan sehari-hari di Monas. Mekanisme itu juga akan dibicarakan dalam beberapa rapat ayang juga akan di gelar.

” Diberi ruangan pada orang-orang karna ada pengunjung tetaplah, kan ada Monas serta museum. Bagaimana orang datang kesana bila mendadak dipenuhi semuanya, kan kita tidak dapat pula. Maka dari itu kita mesti bijak untuk memberi ruangan pada orang-orang, ” tutur Tinia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan kembalikan peranan lokasi Monas untuk acara keagamaan. Ini adalah kebijakan Anies yang merubah kebijakan gubernur DKI terlebih dulu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Berkaitan aktivitas keagamaan, Ahok saat itu merekomendasikan dikerjakan di Masjid Istiqlal yang luas.