Pentingnya Bahasa Isyarat untuk Anak-anak dan Penderita Tuna Wicara

Bhs isyarat adalah media komunikasi untuk penyandang tuna rungu serta tuna wicara. Bhs isyarat juga dapat buat otak lebih aktif, dan menolong perubahan hubungan, kematangan sosial, serta perubahan kognitif.

Pentingnya Bahasa Isyarat untuk Anak-anak dan Penderita Tuna Wicara

Penyandang tuna rungu atau orang yang menanggung derita masalah pendengaran, menggunakan beragam langkah dalam berkomunikasi, diantaranya dengan bhs isyarat, alat bantu dengar, sampai bhs tertulis. Bhs isyarat adalah bhs visual yang memakai bhs badan seperti gerak tangan, ekspresi muka, serta gerak badan.

Seperti bhs apapun, bhs isyarat berlainan dari satu negara dengan negara beda. Sebagian negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, serta Prancis, mempunyai dasar bhs isyarat semasing.

Di Indonesia, ada dua dasar bhs isyarat yang dipakai, yaitu Bhs Isyarat Indonesia (BISINDO) serta System Bhs Isyarat Indonesia (SIBI). Ketidaksamaan mendasar pada SIBI serta BISINDO yaitu SIBI memakai abjad jadi tips bhs isyarat satu tangan, sesaat BISINDO memakai ke-2 pergerakan tangan jadi usaha berkomunikasi antar pemakai bhs isyarat. BISINDO adalah penyesuaian dari Bhs Isyarat Amerika, dengan sebagian macam yang berlaku di tiap-tiap daerah.

Perlunya Skrining serta Belajar Bhs Sedini Mungkin

Anak-anak penyandang tuna rungu atau yang alami masalah pendengaran mesti dikenalkan dengan bhs isyarat sedini mungkin saja. Hal itu juga akan berikan efek baik pada kekuatan komunikasi mereka. Enam bln. pertama adalah masa perubahan ketrampilan bhs yang paling perlu untuk anak. Oleh karenanya, tiap-tiap bayi yang baru lahir sebaiknya menggerakkan kontrol sebelumnya meninggalkan rumah sakit, untuk ketahui peluang ada masalah pendengaran atau hilangnya pendengaran, oleh karena itu kontrol pendengaran bayi baru lahir tak kalah pentingnya dengan mempersiapkan peralatan bayi baru lahir. Hal semacam ini untuk mempermudah beberapa orangtua untuk pilih langkah komunikasi serta mulai sistem belajar bhs sang anak. Bukan sekedar itu, bhs isyarat juga menolong anak untuk tingkatkan kekuatan pengenalan ucapan yang tambah baik.

Bhs Isyarat Tingkatkan Kosa Kata serta Tingkatkan Komunikasi Anak

Untuk anak penyandang tuna rungu atau pasien masalah pendengaran kronis, yg tidak memperoleh pertolongan dari tehnologi alat bantu pendengaran yang ada, bhs isyarat jadi akses perlu pada bhs jadi cara berkomunikasi. Bahkan juga, untuk anak dengan pendengaran normal, bhs isyarat dapat dikenalkan manfaat mensupport perubahan bhs serta bicara sang buah hati. Koordinasi gerak tangan dapat menolong anak untuk menunjuk banyak hal seperti susu, makan, tidur, popok, atau boneka sebelumnya mereka bisa mengatakan kalimat itu.

Anak-anak umur awal masih tetap belum juga mempunyai kosa kata untuk mengemukakan atau mengekspresikan hasratnya. Tersebut penyebabnya anak Anda mungkin saja bereaksi memukul rekan bermain yang ambil bonekanya alih-alih memohonnya kembali. Dengan bhs isyarat, anak di beri alternatif lain untuk mengomunikasikan perasaan mereka. Satu studi mengenai anak-anak prasekolah tunjukkan kalau anak-anak yang memperoleh pengenalan umum mengenai bhs isyarat memperoleh nilai memuaskan waktu ikuti tes kosakata. Ini tunjukkan kalau bhs isyarat bisa menolong anak mengerti arti serta mengingat kalimat baru yang dikenalkan lewat isyarat.

Beberapa penyandang tuna rungu umumnya memakai alat bantu dengar atau implan koklea. Tetapi dengan bhs isyarat, mereka semakin lebih dapat mengerti ucapan serta berkomunikasi antar sesama penyandang tuna rungu. Meski penyandang tuna rungu telah kuasai bhs lisan, bhs isyarat tetaplah jadi fasilitas paling utama mereka untuk berkomunikasi.

Untuk orangtua serta anak-anak yg tidak mempunyai problem pendengaran, bhs isyarat dapat juga menolong mempererat hubungan dengan Si Kecil serta melatih kekuatan komunikasinya mulai sejak awal. Bhs isyarat cukup simpel serta gampang dikerjakan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau pelatih spesial untuk berlatih memakai bhs isyarat yang pas.